
Penjelasan
Gambar ini adalah pesan kritik sosial yang menyoroti bencana banjir dan longsor yang terus berulang di Sumatera. Disebutkan bahwa momen Hari Lingkungan Hidup justru terasa ironis, karena kerusakan lingkungan parah masih terjadi dan tidak ada pertanggungjawaban yang jelas. Selain itu, bantuan yang diberikan dinilai kurang, dan bencana ini belum ditetapkan sebagai bencana nasional, padahal dampaknya sangat besar dan merugikan banyak warga. Intinya, pesan ini mengingatkan bahwa menjaga lingkungan bukan hanya soal hal kecil seperti membuang sampah, tapi harus mengatasi akar masalah kerusakan hutan.
Penyebab
- Deforestasi / penebangan hutan secara besar-besaran: Ini disebut sebagai penyebab utama. Hilangnya hutan membuat tanah kehilangan akar penahan, air tidak terserap ke dalam tanah, sehingga saat hujan turun, air langsung mengalir deras membawa lumpur dan menyebabkan banjir serta longsor.
- Alih fungsi lahan: Hutan diubah menjadi perkebunan, tambang, atau pemukiman tanpa aturan yang baik, merusak daerah tangkapan air alami.
- Penanganan yang belum serius: Kerusakan dibiarkan berlarut-larut tanpa sanksi atau perbaikan, serta kurangnya perhatian dan dukungan maksimal dari pemerintah dalam penanggulangan dan pemulihan pasca bencana.
Leave a Reply