
Penjelasan:
Foto ini memperlihatkan dampak dahsyat bencana gabungan gempa bumi, tsunami, dan gerakan tanah (likuifaksi) yang terjadi pada 28 September 2018. Sebagian besar bangunan hancur rata dengan tanah, terguling, atau terbenam akibat tanah yang berubah sifat menjadi seperti lumpur cair. Warga terpaksa menyelamatkan barang-barang yang masih tersisa di tengah tumpukan puing dan reruntuhan. Bencana ini menewaskan ribuan orang, menghancurkan pemukiman, fasilitas umum, dan infrastruktur kota, serta mengubah bentuk permukaan tanah di beberapa lokasi secara drastis.
Penyebab:
- Gempa bumi kuat: Gempa berkekuatan 7,5 magnitudo terjadi akibat pergerakan lempeng bumi di wilayah Palu-Koro, memicu guncangan hebat yang merobohkan bangunan dan infrastruktur.
- Tsunami: Pergerakan tanah di dasar laut akibat gempa memicu gelombang tsunami setinggi hingga 7 meter yang menghantam pesisir Palu, menyapu bersih kawasan dekat pantai.
- Likuifaksi: Ini penyebab kerusakan terparah. Tanah di wilayah tersebut berjenis tanah berpasir yang jenuh air; saat diguncang gempa, tanah berubah sifat dari padat menjadi cair, sehingga bangunan tidak hanya roboh, tapi juga bergeser, terbenam, atau terpecah.
- Kondisi geologis: Wilayah Palu terletak di jalur patahan aktif dan memiliki lapisan tanah yang rentan mengalami likuifaksi, sehingga dampak gempa menjadi jauh lebih besar dibandingkan wilayah lain.
Leave a Reply