
Penjelasan
Gambar ini memperlihatkan dampak kekeringan parah yang melanda lahan pertanian di wilayah Badung. Sawah yang seharusnya hijau dan berair menjadi kering kerontang, tanah retak, dan tanaman padi mati atau gagal panen. Petani terpaksa berjuang keras mengangkut air dari tempat jauh untuk menyelamatkan sisa tanaman, namun kondisi tanah yang sangat kering membuat usaha tersebut sulit dan hasil pertanian merosot tajam. Bencana ini menyebabkan kerugian ekonomi bagi petani dan ancaman ketersediaan pangan lokal.
Penyebab
- Curah hujan sangat minim dan kemarau panjang: Proses alam berupa perubahan iklim dan pola cuaca yang menyebabkan musim kemarau berlangsung lebih lama dari biasanya, sehingga pasokan air hujan sangat berkurang.
- Suhu udara yang sangat tinggi: Panas matahari yang terik menyebabkan penguapan air dari tanah dan waduk berlangsung sangat cepat, membuat cadangan air tanah dan irigasi menyusut drastis.
- Penurunan ketersediaan air tanah: Akibat kurangnya pengisian kembali air tanah saat musim hujan sebelumnya, sumur dan sumber air di desa mengering.
- Kerusakan daerah tangkapan air: Berkurangnya lahan hijau dan hutan di daerah hulu mengurangi kemampuan alam menyimpan air, sehingga saat kemarau datang, pasokan air cepat habis.
- Sistem irigasi yang terbatas: Saluran air pertanian yang tidak terawat atau kapasitasnya kurang besar tidak mampu menyalurkan air yang cukup ke lahan saat kebutuhan air tinggi.
Leave a Reply